logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Kolaborasi Bersama Alumni, Kuatkan Wirausaha Mahasiswa

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperluas jaringan dan keja samanya baik bidang akademik maupun non akademik. Kamis (23/6) Untag Surabaya lakukan penjajakan Mitra kerja sama bersama Alumni Untag Surabaya – Dr. Argadjendra Sentot, MH.. Sentot, panggilan akrabnya, merupakan Alumni dari program Sarjana hingga program Doktor pada program studi (prodi) Fakultas Hukum Untag Surabaya. Penjajakan yang berlangsung di kantor Unimas Group miliknya ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya – J. Subekti, S.H., M.M.; Rektor Untag Surabaya – Prof Dr Mulyanto Nugroho, Ak., MM., CMA., CPA.; Wakil Rektor 2 – Dr. Abdul Halik, MM.; beserta tim LPPM, Badan Kerja sama, beserta Biro Kemahasiswaan Untag Surabaya.

Penjajakan bermula dari Sentot yang ingin Almamaternya untuk bisa lebih berkembang pesat dalam dunia enterpreneur. “Semua dilakukan untuk semata-mata saya Alumni dari Untag Surabaya, saya ingin Untag Surabaya lebih bisa berkembang pesat dalam dunia bisnis,” ujarnya. Sentot yang berencana akan memberikan wadah untuk para mahasiswa aktif yang telah memiliki usaha dan siap dikembangkan. Sentot menawarkan untuk dilakukan di bulan September mendatang dengan teknis, para mahasiswa akan di pandu oleh tim pengajar yang disediakan oleh Sentot dan didampingi dua dosen dari Untag Surabaya. “Jadi nanti 40 mahasiswa yang sudah di seleksi oleh pihak kampus, yang sudah memiliki ide usaha akan kami biayai untuk modal awal juga di coaching,” jelasnya.

Ia menyebutkan akan memberikan lahan space tenant untuk Untag Surabaya di tengah event Lifestyle Mall yang rencananya akan ia bangun akan buka pada tahun 2023 mendatang. Targetnya bulan April tahun 2023, mahasiswa yang telah berhasil di coaching dan sudah siap menjual produk yang bersertifikat izin negara. “Bulan April targetnya sudah bisa bertanggungjawab akan penjualan, barang sudah memiliki izin BPOM, ketersediaan barang, negoisasi sampai identifikasi kebutuhan klien hingga akhirnya nanti bisa berdonasi ke organisasi yang non profit pilihan mahasiswa,” jelasnya.

Program kerja sama yang ditawarkan adalah melalui bidang kewirausahaan dan disambut peluang baik oleh Rektor Untag Surabaya, menurutnya kerja sama ini adalah salah satu bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan mendorong wirausahawan mahasiswa di kampus. Prof Nug mengaku, saat ini Untag Surabaya telah menerapkan mata kuliah kewirausahaan di tiap fakultas meski masih dalam bentuk kelompok. “MBKM ada 9 kegiatan, diantaranya kewirausahaan. Kini semua fakultas Untag Surabaya memiliki mata kuliah yang basicnya kewirausahaan. Tahun ini, Untag Surabaya telah mengirimkan enam tim untuk mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan empat tim untuk mengikuti Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa (IWDM),” terangnya.

Prof Nug  juga berharap pada generasi  lulusan Untag Surabaya saat ini mampu bersaing menguasai bahasa asing dan peka terhadap peluang usaha. “Setelah lulus, saya berharap mahasiswa Untag Surabaya lulus harus bisa bahasa asing dan berkerja. Karena dua faktor ini saling berkaitan, sehingga lulusan Untag Surabaya dapat berkontribusi besar untuk ekonomi di Indonesia,” tegasnya.

Kerja sama ini juga di dukung penuh oleh Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, yang berencana realisasi akan segera dilakukan pada bulan Juli atau Agustus dengan mengundang Sentot dan tim untuk ke Untag Surabaya melakukan Memorandum of Understanding (MOU). “Ini merupakan perencanaan yang baik, ada harapan dalam waktu dekat ini  Untag Surabaya akan mengundang Sentot dan tim untuk melakukan perjanjian kerja sama,” paparnya. (rz)



PDF WORD PPT TXT