logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Gandeng UniMap Malaysia Target Publikasi Internasional

Publikasi hasil penelitian melalui jurnal bereputasi internasional menjadi tantangan bagi para dosen. Menjawab tantangan tersebut, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Perlis (UniMap) Malaysia dalam 'Bilateral Workshop on International Standard Research and Publication' yang digelar secara hybrid pada Kamis, (9/6). Bertempat di Auditorium Gedung Kantor Pusat lt. 6, workshop diikuti oleh dosen lintas fakultas Untag Surabaya. Workshop dilanjutkan dengan parallel session Di Tiga Program Studi Yaitu Teknik Informatika, Teknik Industri Dan Sastra Inggris.

Sesi pertama, workshop dimoderatori oleh Kepala Pusat Inovasi Dan Kewirausahaan LPPM Untag Surabaya - Luvia Friska Narulita, S.ST., M.T. Pemateri pertama Prof Ir. Ts. Dr. R.Badlishah Ahmad dengan topik ‘Research Visibility: Scientific Publications & Citations’, membahas mengenai media sosial dapat dimanfaatkan untuk visibilitas karya tulis seorang peneliti. “Kita bisa menggunakan Facebook untuk membagikan karya jurnal dan prestasi akademik kita, jadi tidak hanya digunakan secara personal saja,” katanya. Prof. Badlishah mengajak peserta untuk berkolaborasi dalam menulis jurnal. “Kita harus menjaga networking untuk kolaborasi riset, harus melibatkan orang lain. Walau menjadi co author atau bahkan last author pun diakui sebagai paper kalian,” terangnya.

Sementara itu, pemateri kedua mengusung materi ‘Publishing in Scopus’ oleh Dosen UniMap Malaysia - Ts. Dr. Wan Zuki Wan Azman. Wan Zuki, panggilan akrabnya, memberikan pesan dan mengajak peserta agar tetap menulis. “Teruslah menulis, jangan berhenti menulis dengan bahasa akademis. Kita melakukan publikasi agar karya kita semakin dikenal. Ketika nanti kita tiada, tinggalah nama dan artikel kita,” pesannya. Meski dengan sumber daya yang terbatas, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti menulis. “Kita harus menulis di tengah keterbatasan. Apalagi bagi yang mau lanjut S3 bisa dimulai dengan literature review,” imbuhnya.

Adapun Dosen Prodi Teknik Informatika Untag Surabaya - Dr. Fajar Astuti Hermawati, ST., MT. sharing mengenai topik ‘Strategi Meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian’. Fajar menegaskan bahwa meneliti dan publikasi tak terlepas dari profesi dosen. “Kita sebagai dosen diwajibkan untuk menulis, semua dosen harus melakukan riset. Funding disediakan secara kompetitif sehingga kita harus membuat proposal,” tegasnya. Untuk mendapatkan funding, sebut Fajar, perlu ketekunan dalam penyusunan proposal dan memiliki target penelitian. “Kita harus memiliki roadmap yang jelas dan konsisten serta target penelitian yang jelas. Dengan demikian, dalam kurun waktu tertentu hasil penelitian harus bisa menghasilkan sesuatu untuk masyarakat,” sebutnya.

Kepala Bidang Kemitraan Luar Negeri Badan Kerjasama Untag Surabaya - Amalia Nurul Muthmainnah, S.I.Kom. MA. memoderatori sesi kedua workshop dengan Dekan Fakultas Hukum Untag Surabaya - Dr. Slamet Suhartono, SH., MH. merupakan pemateri pertama yang memaparkan ‘Strategi Peningkatan Scopus Index’ pada peserta. “Untuk meningkatkan H-Index harus ada artikel yang kita publish. Ini menjadi salah satu dari rangkaian yang saling berkaitan dan tidak bisa dihilangkan,” sebutnya.

Guru Besar Universiti Malaysia Perlis - Prof. Dr. Salleh Abd Rashid dalam materi ‘Embracing the New Normal: Paradigm Shift of Research Focus on Social Sciences’, Prof Salleh menegaskan bahwa dosen sebagai pendidik harus mudah beradaptasi dalam situasi apapun. “Pandemi Covid memberi tamparan. Kita harus memahami dunia yang penuh ketidakpastian. Apalagi sekarang dalam pengambilan keputusan atau tidak tanpa ada data,” paparnya. Selain perubahan tersebut, tambah Prof Salleh, Dosen harus mengajarkan kompetensi yang relevan dan seimbang antara teori dan praktek kepada mahasiswa. “Banyak perubahan yang terjadi, sehingga dosen sebagai pendidik harus mendidik mahasiswa agar memiliki kompetensi yang sesuai. Artinya tidak hanya memberi teori tapi juga ada praktek agar kompeten,” tegasnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT