logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Teliti Industri Manufaktur, IA Sri Brahmayanti Lulus Cumlaude

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya - Dr. Ida Ayu Sri Brahmayanti secara resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Untag Surabaya pasca Ujian Terbuka pada Jumat, (14/1). Disertasi berjudul ‘Pengaruh Makro Ekonomi, Financing Decision, Investment Decision terhadap Value of the Firm dengan Financial Risk, Earning Management, Free Cash Flow sebagai Variabel Intervening dan GCG sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia’ mengantarkannya lulus dengan predikat Cumlaude.

Saat ditemui pada Kamis, (20/1), dosen yang akrab disapa Yanti ini mengungkapkan bahwa melakukan penelitian pada industri manufaktur dalam kurun waktu 2015-2018. “Terdapat fenomena bahwa pertumbuhan manufaktur yang melemah selama periode penelitian. Padahal industri manufaktur kan padat karya, jadi membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Karena terjadi penurunan maka secara otomatis banyak tenaga kerja menganggur,” ungkapnya. Menurut Yanti hal tersebut berdampak pada nilai perusahaan.

Yanti menyebutkan bahwa nilai perusahaan (value of firm) sangat penting karena mencerminkan kemakmuran pemilik perusahan. “Pemilik adalah pemegang saham,” jelasnya. Dia menerangkan bahwa berdasarkan pengamatan pada data perusahaan terdapat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuasi naik turunnya saham mulai 2015-2018. “Berarti deviden perusahaan ini terjadi penurunan,” terangnya.

Secara spesifik, populasi penelitian Yanti terdapat 144 industri yang bergerak di bidang manufaktur. “Namun yang digunakan sebagai sampel hanya 30 industri manufaktur karena ada kriteria perusahaan yang selalu listing dan aktif di perdagangan Bursa Efek Indonesia,” katanya. Di sisi lain, pelaporan keuangan perusahaan turut dipertimbangkan. “Yang juga penting adalah laporan keuangan perusahaan yang diaudit dan perusahaan selalu mendapatkan counting deviden,” ucap Yanti.

Lebih lanjut Yanti menjelaskan bahwa dari 21 hipotesis yang diuji, ada 18 variabel yang berpengaruh langsung dan tiga di antaranya tidak berdampak langsung. “Dari tiga itu, hanya satu variabel yang signifikan, dimana good corporate governance (GCG) memoderasi financial risk terhadap nilai perusahaan,” paparnya. Dia menyayangkan pengelolaan perusahaan yang banyak intervensi. “Karena industri perusahan manufaktur yang memiliki lebih banyak yaitu pemegang/pemilik saham. Padahal GCG adalah kuncinya,” sebut Yanti.

Dosen yang menjabat Wakil Dekan FEB Untag Surabaya ini mengaku bangga bisa menyelesaikan studinya tepat waktu. “Selain kendala data sekunder yang memakan waktu, kewajiban sebagai dosen dan struktural tidak boleh diabaikan. Motivasi dari Kaprodi sangat baik sehingga kami bisa menyelesaikan studi tepat waktu,” tuturnya. Yanti berharap hasil penelitiannya dapat membawa dampak praktis maupun akademis. “Temuan menarik yang mempunyai makna produktif bagi perusahaan maupun stakeholder supaya tidak terjadi asimetris dalam informasi. Di samping itu, topik penelitian ini akan menjadi roadmap penelitian saya ke depan baik bersama mahasiswa maupun sesama dosen,” tutupnya. (um)



PDF WORD PPT TXT