logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

An Empowering & Networking University

Detail Berita

Teliti E-Government, Mahasiswa Untag Surabaya Lolos PKM

Penetapan kelolosan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2021 telah diumumkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Penelitian berjudul ‘E-Government Mapping pada Pemerintah Daerah di Indonesia’ menjadi satu dari empat PKM Untag Surabaya yang lolos di tingkat nasional. Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, (24/5) Setya Nanda Anggela Putri menuturkan, “Kami akan mengelompokkan e-government yang ada di Indonesia berdasarkan klasifikasinya, yang tersebar pada 34 provinsi.” Penelitian tersebut akan dilakukan bersama anggota timnya, yakni: Fanesa Nahdlatul Ulvia, M. Syahid Syarifudin dan M. Iffatul Lathoif.

Setya mengaku, timnya memilih PKM-Penelitian karena ingin meningkatkan kemampuan penelitian, “Riset ini penting bagi mahasiswa sebagai wujud nyata kontribusi keilmuan kami.” Topik mengenai e-governement dipilih oleh Setya dan timnya karena dianggap bermanfaat secara kepada pemerintah dan masyarakat, seperti penyampaian kualitas layanan publik, memfasilitasi partisipasi aktif warga dalam pemerintahan, dan memperluas jangkauan. “Meskipun pada tahun 2000-an e-government masih belum bisa memberikan kontribusi secara maksimal dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang,” papar mahasiswa prodi Administrasi Negara ini.

Penelitian ini penting untuk dilakukan, lanjut Setya, karena penerapan e-government di Indonesia hingga saat ini memiliki tantangan yang berat, “Di level nasional dan daerah perkembangan e-government juga belum memuaskan.” Dia dan timnya berharap, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki dan mempercepat implementasi e-government yang berkualitas. Pasalnya, penelitian menyasar pada aplikasi e-government yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. “Seluruh rangkaian proses penelitian ini akan selesai dalam waktu 4 bulan. Dimulai sejak bulan Juni sampai September,” sebutnya.

Lebih lanjut Setya menerangkan, “Dari hasil pengelompokan pada e-government, maka akan terlihat e-government yang siginifikan penerapannya di Indonesia, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.” Alumni SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang ini juga menambahkan bahwa penelitian timnya penting untuk dilakukan karena luasnya wilayah yang Indonesia miliki, “Indonesia kan memiliki beribu-ribu pulau, sehingga pemerintah butuh bahan untuk evaluasi. Di samping itu sebagai bahan pertimbangan untuk menjalin kerjasama dengan penyedia jasa TIK dalam pengembangan e-government.”

Saat ditanya mengenai tantangan yang dihadapi selama mempersiapkan PKM, mahasiswi kelahiran Lamongan ini menuturkan, “Tantangannya karena penyusunan dan bimbingan proposal dilakukan secara online. Jadi kendala yang begitu menonjol adalah pada sinyal/koneksi karena mayoritas dari kami berada di kampung halaman.” Meski demikian, Setya berharap timnya bisa lolos hingga Pekan Ilmiah Nasional 2021. “Yang terpenting, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemikiran, gagasan dan konsep tentang e-government khususnya di Indonesia,” tukas Setya. (um)



PDF WORD PPT TXT