logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Tanggapi Isu Kekerasan Seksual, BEM Untag Surabaya Adakan Webinar Nasional

Belum lama ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengeluarkan Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021. Aturan ini berisi tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi atau Kampus. Bersumber dari isu tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan Webinar Nasional Kekerasan Terhadap Perempuan, Selasa (30/11). Pada webinar ini, BEM Untag Surabaya mengangkat tema “Peran Masyarakat Dalam Penghapusan Kekerasan Seksual”.

Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), hingga 3 Juni 2021 dari 3.000 lebih kasus kekerasan seksual, hanya 2.000 kasus yang dilaporkan. Hal ini menjadi keprihatinan banyak pihak, karena faktanya, masih banyak korban kekerasan seksual memilih tidak melaporkan kejadian yang menimpanya. Hal ini yang memicu keperihatinan sesama mahasiswa maupun masyarakat sebagai sosial of control untuk memberikan pemahaman mengenai kekerasan seksual di dalam kampus atau Perguruan Tinggi. “Maraknya pembahasan kekerasan seksual yang ada di perguruan tinggi dan masyarakat, melatarbelakangi kami mengadakan webinar nasional penghapusan kekerasan seksual,” ujar Ketua Pelaksana Acara – Nickholas H.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni – Kusnan, S.AP., M.KP memberikan harapan serta dukungan dalam penghapusan kekerasan seksual di dalam Perguruan Tinggi. “Diharapkan dengan diselenggarakannya webinar kali ini, mampu mencerahkan teman-teman mahasiswa mengenai apa itu kekerasan seksual, bagaimana pencegahannya, dan bagaimana peran mahasiwa maupun perguruan tinggi. Sehingga Perguruan Tinggi mampu menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa untuk menimba ilmu dan kekerasan seksual tidak terjadi,” ungkapnya.

Mengawali materinya, Irmasanthi Danadharta, S.Hub.Int., M.A. menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tindakan pelecehan maupun kekerasan seksual. Sering didapati bahwa perempuan lebih dominan menjawab daripada laki-laki, sebab pembahasan kekerasan seksual kerap kali hanya membahas masalah perlindungan diri tetapi melupakan pembahasan mengenai prespektif pelaku, tentang mengapa melakukan hal tersebut dan bagaimana mencegah seseorang melakukan kekerasan seksual. Sejalan dengan hal tersebut dibutuhkan adanya penekanan kesetaraan dalam penyelesaian maupun pencegahan isu kekerasan seksusal. “Ketika kita membahas isu kekerasan seksual, seringkali kita lupa untuk merangkul kaum laki-laki. Padahal dalam penyelesaian maupun pencegahannya dibutuhkan penekanan aspek kesetaraan.” jelas Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Untag Surabaya itu.

Dalam kesempatan yang sama hadir Komisioner Komnas Perempuan – Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D., serta Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Valentina Ginting. Dalam akhir webinar disampaikan, jika mengetahui atau menjadi korban kekerasan seksual dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Terpadu Sahabat Perempuan dan Anak melalui call center 129. (am/ua/rz/kr)



PDF WORD PPT TXT