logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Siap Capai Target DRTPM, LPPM Untag Surabaya Hadirkan Reviewer Nasional

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui LPPM Untag Surabaya menggelar Workshop Strategi Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan (DRTPM) Tahun Anggaran 2023 pada Jumat, (24/3). Bertempat di Auditorium Gedung Pusat Yayasan dan Rektorat lantai enam Untag Surabaya mengundang Reviewer Nasional - Prof. Dr. Sari Edi Cahyaningrum, M.Si. sebagai Narasumber.

Ketua LPPM Untag Surabaya - Aris Heri Andriawan, S.T., M.T. mengatakan kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas proposal yang akan diusulkan pada seleksi Penerimaan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan DRTPM Tahun Anggaran 2023 dan dengan harapan seluruh peserta dapat lolos seleksi serta memperoleh pendanaan diperlukan strategi khusus dalam penyusunan proposal. “Kegiatan ini adalah serangkaian kegiatan yang LPPM dalam memfasilitasi para Dosen dalam menyusun proposal dengan tepat sehingga pencapaian hibah dari direktorat riset dan pengabdian masyarakat dapat kita peroleh,” ujar Aris.

Aris juga menyampaikan, 370 Dosen Untag Surabaya yang terdaftar di Sinta semakin banyak yang eligibilitas untuk bisa mengajukan proposal penelitian pengabdian yang berdasarkan prodi masing-masing. “Dengan jumlah dosen yang telah banyak yang eligibilitas, seharusnya kita dapat  bersinergi agar jumlah proposal yang didanai di tahun 2023 meningkat di tahun kemarin,” paparnya.

Wakil Rektor I - Harjo Seputro, S.T., M.T. juga berharap pada tahun ini Untag Surabaya mendapatkan  jumlah perolehan Hibah  mengatakan salah satu upaya untuk kita bisa mencapai target adalah meningkatkan prestasi. “Salah satu promosi yang paling elegan itu adalah prestasi di bidang akademik, salah satu prestasi akademik itu adalah perolehan hibah,” tukas Harjo. Untuk itu, dimohon untuk menyimak dengan baik, dan bergotong royong untuk penyusunan proposal dengan baik dan jelas sehingga mendapatkan jumlah perolehan dana hibah.

Sementara itu,  Prof. Dr. Sari menyampaikan Untag Surabaya berhasil berada dalam klaster utama dalam pengembangan pengabdian masyarakat tingkat Nasional. “Untag Surabaya saat ini sudah masuk di klaster utama, dan tidak kalah jauh oleh perguruan tinggi negeri. Harus bersama-sama mempertahankan dan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi jumlah proposal dari tahun lalu,” ujar salah satu Guru Besar Unesa. 

Seleksi atau penilaian proposal dilakukan berbagai tahap, yang pertama kelayakan administrasi, kelayakan rekam jejak pengusul, kelayakan usulan penelitian, dan kelayakan RAB. “Maka dari itu kita harus semangat sampai titik darah penghabisan dalam pembuatan reputasi proposal sebagus mungkin dan teknis pelaksanaan juga jelas,” papar Prof. Sari.

Prof Sari juga mengatakan, setiap dosen hanya boleh mendapatkan pendanaan maksimal sebanyak tiga kali sebagai ketua pada skema pemberdayaan berbasis masyarakat dan maksimal sebanyak dua kali pada ruang lingkup yang sama sebagai ketua. “ini merupakan peluang bagi dosen di tiap prodi untuk bisa mengirimkan proposal agar lebih banyak jumlah proposal yang dikirimkan,” jelasnya. (am/rz)

 



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?