logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

PTM Hybrid, Salah satu Adaptasi Untag Surabaya di tengah Pandemi

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi lampu hijau bagi pembelajan tatap muka di masa pandemi setelah lebih dari satu tahun kegiatan belajar dilaksankan dari rumah. Berdarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 menjadi acuan bagi Untag Surabaya untuk melaksanakan Pertemuan Tatap Muka (PTM).

Senin, (1/11/2021) merupakan hari pertama Untag Surabaya melaksanakan PTM terbatas. Dengan protokol kesehatan yang ketat, PTM terbatas kali ini dikhususkan bagi mahasiswa yang telah mendaftar sejak bulan September dan setidaknya menerima vaksin pertama serta mengantongi surat ijin dari orang tua. Dari 4.426 mahasiswa semester 1 dan 3, terdapat 3.663 mahasiswa yang telah membuat surat pernyataan mengikuti pelaksanaan PTM terbatas secara bertahap. Kegiatan PTM perdana yang dilakukan secara hybrid ini hanya dilakukan di dua Gedung yakni gedung Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani dan gedung Graha Wiyata, sehingga setiap kelas akan diisi sebanyak 50% dari 50 kapasistas mahasiswa serta selebihnya mengikuti pembelajaran melalui daring.

Ditinjau dari sisi psikologis, Karolin Rista, MPsi., Psikolog. menyampaikan bahwa pertemuan tatap muka terbatas ini merupakan alternativ bagi mahasiswa untuk mengurai tekanan selama masa pandemi. Dibatasinya ruang gerak secara sosial tentunya memberikan dampak terhadap psikologis. ”Bertemu, untuk teman teman remaja terutama yang peer group masih merupakan salah satu pilihan yang penting bagi kehidupan mereka. Mereka kembali bisa berinteraksi dengan peer group-nya dan jalinan ini diharapkan bisa mereduksi hal hal yang tadinya bisa membuat stres, membuat adanya agresi antara orang tua dan anak, ini menjadi terurai.” sebut Karolin yang juga sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokoler Untag Surabaya. (fr1/rz)



PDF WORD PPT TXT