logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Prodi Administrasi Bisnis Untag Surabaya Ajak Mahasiswa Kenal Lebih Dalam Perdagangan Berjangka Komoditi

Sebagai bentuk implementasi mata kuliah Manajemen Investasi dan Portofolio, Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar seminar dengan tema ‘Menjelajahi Dunia Dinamis Derivative Bersama JFX dan Valbury', (13/3). Seminar digelar secara luring yang bertempat di Auditorium Gedung Pusat YPTA dan Rektorat lantai enam dan diikuti oleh lebih dari 300 mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis.

Seminar ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor I – Harjo Seputro, S.T., M.T. Dalam sambutannya Harjo mengatakan seminar ini sebagai wujud sinergi Triple Helix antara Untag Surabaya, Pemerintah dan Industri. “Saya berterima kasih kepada Valbury dan JFX karena sejatinya tanggung jawab konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini bisa kita emban bersama-sama,” tutur Harjo. Dirinya berharap kerja sama tidak berhenti sampai seminar saja tetapi bisa dilakukan dalam bentuk lain. “Seperti jadi dosen praktisi, kami sangat terbuka untuk ini agar mahasiswa terus memiliki pengalaman belajar yang luar biasa,” timpalnya.

Pernyataan Harjo mendapat persetujuan dari Dekan FISIP – Dr. Ayun Maduwinarti, M.P, menurutnya perlu adanya pandangan dan edukasi baru untuk mahasiswa. “Karena Narasumber yang kita hadirkan ini sudah tentu berkompeten di bidangnya, jadi kerja sama bisa terus dilakukan,” ujar Dr. Ayun.

Ucapan terima kasih turut disampaikan Director PT Valbury Asia Futures – Ricky Irawan. “Terima kasih sudah membuka pintu untuk kami dalam mengedukasi mahasiswa Untag Surabaya. Kampus ini merupakan salah satu penghasil Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan punya mutu tinggi di perusahaan kami,” ujarnya. Ricky mencontohkan alumni Untag Surabaya – Robby yang menjadi Regional Director Jawa Tengah di PT Valbury Asia Futures. “Artinya masa depan ada di tangan kalian, teruslah mencari ilmu dari manapun karena ilmu ini penting untuk menjadi pegangan masa depan kita,” ungkap Ricky.

Deputy Chief Executive Jakarta Future Exchange (JFX) - Suresh M Mokiah yang menjadi Narasumber dalam seminar ini memaparkan ada empat manfaat utama dari Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). “PBK ini bisa digunakan sebagai sarana pengalihan resiko dari fluktuasi harga melalui kegiatan lindung nilai (hedging) untuk kelangsungan usaha (produsen, pedagang, importir dan eksportir), sarana pembentukan harga (price discovery), sebagai alternatif investasi untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga bagi yang memiliki kecukupan finansial serta berani ambil resiko, menciptakan peluang lapangan kerja seperti wakil pialang, penasihat berjangka dan admin,” paparnya.

Namun saat ini banyak sekali perusahaan ilegal yang berkedok PBK, untuk menghindari hal tersebut Suresh memberikan tips 7P. “Pelajari latar belakang perusahaan, pelajari kontrak berjangka komoditi yang diperdagangkan, pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan, pelajari wakil pialang yang mendapat izin dari BAPPEBTI, pelajari dokumen perjanjian, pelajari risiko yang harus dihadapi dan pantang percaya dengan janji keuntungan tinggi,” tambahnya.

Suresh juga mengaku, potensi pertumbuhan PBK di Indonesia cukup tinggi dengan komoditas tertinggi di dunia seperti komoditas pertanian, pertambangan, valuta asing dan stok index. “Dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, akan ada ruang potensi bertumbuh bagi eksportir UMKM Indonesia untuk meningkatkan porsi mereka,” kata Suresh.

Tidak hanya seminar saja, kegiatan ini juga ditutup dengan Demo Trading Competition dengan menggunakan aplikasi JAFeTS NOW. “Demo ini bertujuan agar mahasiswa bisa memahami dan memaknai fungsi perdagangan berjangka, bagaimana menggunakan momen untuk bisa menghasilkan ekonomi yg lebih baik,” terang President Director JFX – Stephanus Paulus Lumintang. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?