logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Penyuluhan Hukum Fakultas Hukum UNTAG Surabaya Disambut Baik

Fakultas Hukum UNTAG Surabaya menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan hukum ke desa Galengdowo Kabupaten Jombang (8/10/2014) disambut baik oleh aparat dan warga desa.

Pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan hukum tersebut bertujuan, yang pertama: memberikan pemahaman hukum terkait Undang-Undang desa No. 6 Tahun 2014, Hukum Pertanahan dan Hukum Keluarga. Yang kedua: sebagai media komunikasi hukum untuk mengukur secara riil kebutuhan hukum masyarakat dan untuk melihat apakah ada perbedaan antara yang terjadi di masyarakat dengan di universitas. Dan yang ketiga: sebagai agenda pengabdian yang nantinya akan dilaksanakan secara rutin oleh fakultas hukum

“Tujuan di dalam agenda ini menjadi penting karena fakultas hukum sudah menerapkan TRI DHARMA perguruan tinggi yaitu : pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga untuk menguatkan kerjasama dengan pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa. Next time, kita akan melakukan kerjasama dengan  pemerintah kabupaten Jombang terkait Undang-Undang Desa kepada aparat desa,” kata Wiwik Afifah, S.Pi.,SH.,MH koordinator pada kegiatan tersebut.

Fakultas Hukum memilih desa Galengdowo karena aparat dan warga desanya belum tahu informasi perihal Undang-Undang tersebut dan kepala desanya sendiri yang meminta Fakultas Hukum untuk memberikan informasi tentang Undang-Undang tersebut. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat percaya kepada Fakultas Hukum.

“Kita melakukan penyuluhan hukum ke desa Galengdowo sebagai wujud pengabdian kita kepada masyarakat. Selain itu memenuhi permintaan dari kepala desa untuk memberikan sosialisasi tentang UU desa. Masyarakat sangat percaya dan open sekali kepada UNTAG. Kedatangan kami disambut baik oleh aparat dan warga desa terbukti sekali dari antusias dari warga. Sebenarnya sasaran penyuluhan hukum ini adalah aparat desa tetapi kegiatan ini dihadiri pula oleh Karang Taruna (Kartar), PKK, dan kelompok usaha. Desa Galengdowo juga sudah menjadi desa binaan UNTAG,” kata Wiwik.

Desa dengan kondisi geografis pegunungan, perkebunan yang cukup besar selain pertanian tersebut beberapa tahun terakhir terjadi konflik pertanahan tentang kepemilikan tanah, pemindahan tanah, mengurus sertifikat dan sebagainya. Sehingga kedepannya masyarakat ingin lebih mendalami tentang Hukum Pertanahan.

Fakultas Hukum berharap dari kegiatan penyuluhan hukum tersebut menjadi entri point untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya dengan desa Galengdowo. Harapan lainnya adalah menumbuhkan kesadaran kepada warga desa untuk lebih meningkatkan taraf ke pendidikan tinggi karena selama ini masih SMP dan SMA. Dengan seringnya Fakultas Hukum datang akan mendorong warga untuk mau melanjutkan kependidikan tinggi.



PDF WORD PPT TXT