logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Hadirkan Reviewer Nasional, LPPM Untag Surabaya Gelar Workshop Tingkatkan Penguatan Hibah DRTPM 2024

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Workshop Penguatan Upaya Perolehan Hibah Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun 2024. Kegiatan yang digelar di Auditorium lantai enam Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Untag Surabaya, (16/2).

Ketua LPPM Untag Surabaya – Aris Heri Andriawan, S.T., M.T menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas proposal yang akan diusulkan pada seleksi Penerimaan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan DRTPM tahun 2024. Aris juga berharap seluruh peserta dapat lolos seleksi pendanaan. “Kegiatan ini kita lakukan untuk memfasilitasi para dosen dalam menyusun proposal dengan tepat, sehingga pencapaian hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat dapat kita peroleh,” ujar Aris.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA turut mengajak para dosen untuk dapat menaikan ranking Sinta universitas dan masyarakat untuk mendaftar di Untag Surabaya. “Kami mengajak para dosen untuk dapat menaikan rangking Sinta, sehingga masyarakat semakin percaya dengan kualitas pengajar Untag Surabaya mendaftar di Untag Surabaya,” jelasnya.

Prof. Nugroho juga berharap seluruh pihak dapat membantu dalam proses pengenalan kampus kepada masyarakat. “Mengingat Untag Surabaya dan hampir seluruh prodi telah terakreditasi unggul serta proses pembelajaran yang sudah baik, maka mari bersama-sama saling gotong royong menyuarakan kepada masyarakat. Sehingga Untag Surabaya semakin dikenal dan banyak mendapat respon positif untuk melanjutkan studi di Untag Surabaya,” lanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dimoderatori oleh Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., MBA sebagai Kepala Pusat Penelitian. Melalui pemaparan materi yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Sari Edi Cahyaningrum, M.Si sebagai Reviewer Nasional dirinya mengingatkan bahwa setiap dosen hanya boleh mendapatkan pendanaan maksimal tiga kali pada skema pemberdayaan berbasis masyarakat. “Tentunya hal ini menjadi peluang yang positif bagi dosen-dosen untuk bisa mengirimkan proposal lebih matang dan banyak,” pungkasnya. (iy/oy/rz)



PDF WORD PPT TXT