logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Gandeng British Council, PLB Gelar Webinar

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus menjalin kerja sama dengan institusi dalam dan luar negeri, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya yang bekerjasama dengan British Council EnglishScore. Melalui Pusat Layanan Bahasa, kerja sama diwujudkan dalam webinar bertema ‘How to be Outstanding among the Crowd with Better English’ pada Jumat, (29/10). Webinar yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ketua Pusat Layanan Bahasa FIB Untag Surabaya - Linusia Marsih, S.S., M.Pd. menegaskan bahwa senada dengan topik webinar, menguasai Bahasa Inggris memiliki banyak manfaat, termasuk untuk menunjang karir masa depan. “Bulan lalu ada rekrutmen PT KAI dan beberapa minggu lalu ada seleksi CPNS. Salah satu persyaratannya adalah kecakapan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat,” katanya.

Country Manager British Council EnglishScore - Tony Gunawan pun setuju dengan Linusia. “Seperti yang kita ketahui, dunia berubah seiring pandemi dan banyak hal terjadi secara global. Membekali mahasiswa dengan kemampuan Bahasa Inggris bisa membantu mereka mendapatkan kesempatan lebih baik. Artinya, apabila Bahasa Inggris dapat diterapkan pada mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di akhir masa studi.” paparnya. Tony menambahkan, “Sangat vital untuk bisa berbicara Bahasa Inggris. Apalagi ketika bekerja di perusahaan multinasional dan ketika meeting maka harus berbicara dalam bahasa yang sama (Bahasa Inggris).” 

Pada kesempatan yang sama, Client Success Specialist British Council EnglishScore - Fadzrihan V. Zhadiart, B.A. tampil sebagai pemateri. Dia menyebutkan, “Di dunia ada 1,75 miliar orang bisa menggunakan Bahasa Inggris dalam level bermanfaat, mendorong bisnis perusahaan untuk berkembang.” Pria yang akrab disapa Zed ini pun membedakan dua jenis Bahasa Inggris, “Academic English untuk kebutuhan akademik seperti lanjut studi, penulisan jurnal dan lingkungan akademis lainnya. Sedangkan Business English sendiri untuk memasuki dunia kerja, bisnis, atau profesional.”

Menurut Lulusan Universitas Brawijaya ini Bahasa Inggris bisa menjadi penghubung, “Antar perusahaan misalnya. Perusahaan di Brazil bisa berkomunikasi dengan perusahaan di Australia dengan Bahasa Inggris.” Lebih lanjut dia menekankan pentingnya Business English dalam menunjang karir, “Riset Bappenas menunjukkan dalam lapangan pekerjaan di Indonesia, halangan bahasa bisa membatasi karir. Dengan Bahasa Inggris memiliki karir lebih baik dan gaji yang lebih tinggi.” Zed pun menjelaskan risetnya yang dilakukan September-Oktober lalu, “55% lapangan pekerjaan di LinkedIn membutuhkan kecakapan Bahasa Inggris. Pada bulan Oktober, persentase ini meningkat jadi 58%.” (um)



PDF WORD PPT TXT