logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

FISIP Gelar Workshop Outcome Based Education

Dalam rangka menyiapkan perubahan kurikulum yang mengikuti perkembangan kurikulum pendidikan terbaru, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE), pada Rabu (9/6). Kegiatan diikuti oleh seluruh dosen FISIP Untag Surabaya dan terbagi dalam dua ruangan terpisah dengan masing-masing pembicara yang berbeda. Program Studi Ilmu Komunikasi dengan narasumber Dr. Catur Suratnoaji, M.Si terlaksana di Meeting Room Q201, Gedung Prof Roeslan Abdul Ghani. Sementara Program Studi Administrasi Niaga, Administrasi Negara, Magister Administrasi Publik dan Doktor Ilmu Administrasi dengan narasumber Dr. M.R. Khoirul Muluk, M.Si., bertempat di Meeting Room, Graha Wiyata. Kegiatan terlaksana dengan mematuhi protokol kesehatan.

Dekan FISIP Untag Surabaya – Dr. Rachmawati Novaria, MM., dalam sambutannya menjelaskan pentingnya seluruh dosen FISIP mengikuti workshop kurikulum OBE ini dengan harapan mampu menyesuaikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar selaras dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mohon arahan (narasumber) supaya bisa membuat RPS dengan OBE ini,” tuturnya.

Dr. M.R. Khoirul Muluk dalam materinya menjelaskan Outcome Based Education merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif dan efektif. “OBE berpusat pada outcome, bukan hanya materi yang harus diselesaikan,” papar Dr. Muluk. Perubahan jaman yang terus berkembang cepat berdampak pada kurikulum pendidikan. Dari sisi kurikulum Perguruan Tinggi dikenal beberapa istilah, misalnya Kurikulum Berbasis Isi (KBI), Kurikulum Berbasis Kompetensi) hingga Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Namun adanya OBE dirasa mampu menjawab tantangan pendidikan saat ini dengan menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Hal ini sejalan dengan pencanangan kurikulum MBKM oleh pemerintah.

OBE berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan, mulai dari rancangan kurikulum, perumusan tujuan dan capaian pembelajaran, strategi pendidikan, rancangan metode pembelajaran, prosedur penilaian hingga lulusan yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan pengguna serta masyarakat. Kurikulum OBE membantu mahasiswa mencapai outcome yang telah ditentukan. Sementara penilaian OBE berdasarkan tingkat output yang ditentukan. Dr. Muluk menjelaskan, “profil lulusan merupakan hasil manifestasi dari Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Profil ini biasanya berasal dari ikatan asosiasi profesi. Namun kalau tidak punya bisa berasal dari hasil kesepakatan prodi sejenis.” (ua)



PDF WORD PPT TXT