logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

FEB Untag Surabaya Perbarui Kerjasama dengan Confucius Institute

Kerjasama yang dijalin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (FEB Untag) Surabaya dengan Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya memasuki tahun ke-8. Rabu pagi (10/11) Dekan FEB Untag Surabaya - Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA menghadiri Dies Natalis ke-10 tahun Conficius Institute di Auditorium Prof. Dr. Leo Idra Ardiana, M.Pd. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, FEB Untag Surabaya memperbarui kerjasama. “Jangka waktunya empat tahun dan ini memasuki periode ketiga. Artinya sudah 8 tahun dijalin,” kata Slamet saat ditemui di kantornya.

Selama 8 tahun ke belakang, sebut Slamet, FEB Untag Surabaya telah mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk mengikuti kursus Bahasa Mandarin di Confisius Institute, “Kursus selama satu semester, ada 16 kali pertemuan. Sertifikat kursus digunakan sebagai persyaratan ujian skripsi selain TOEFL.” Pihaknya berharap, mahasiswa dapat memiliki keahlian di bidang lain, “Salah satu keahliannya yaitu Bahasa Mandarin.”

Confucius Institute merupakan lembaga yang kredibilitasnya baik dan dapat diandalkan. “Unesa sudah bekerjasama dengan beberapa lembaga di Wuhan sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan aslinya. Mereka sudah mengirimkan sejumlah mahasiswanya untuk studi di Wuhan dalam satu periode.” Pemilihan Bahasa Mandarin sebagai kewajiban bagi mahasiswa FEB Untag Surabaya, Slamet mengaku bahwa sejumlah produk dan pabrik Tiongkok yang masuk ke Indonesia. “Sedangkan bahasa yang lebih universal untuk digunakan yaitu (Bahasa) Mandarin dan juga itu merupakan peluang bisnis untuk mendapatkan lapangan pekerjaan bagi mahasiswa FEB Untag Surabaya,” paparnya. Berbekal alasan tersebut, Conficius Institute menyesuaikan output yang ingin dicapai oleh FEB Untag Surabaya. “Secara spesifik mahasiswa mendapatkan materi Mandarin for Business, jadi lebih banyak pada ekonomi bisnisnya,” kata Slamet.

Dosen Prodi Akuntansi ini berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan peluang dengan baik, peluang untuk berkesempatan mendapatkan karir disana (Tiongkok). Slamet  yakin Confucius Institute pun punya jejaring dengan komunitas etnis Tionghoa yang mana Alumni Untag Surabaya dapat bekerja di perusahaan Tiongkok. “Lalu untuk akademik yaitu sesuai dengan yang kemarin, kami (FEB Untag Surabaya) diundang untuk datang ke Wuhan apabila pandemi sudah lewat,” Ujarnya. Tak hanya di bidang bahasa, kerjasama lainnya juga di bidang akademik dan tatanan proses pembelajaran. Namun juga terimplementasikan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk publikasi bersama dan joint research, karena anggota research-nya dari negara yang berbeda akan menambah penilaian lebih tinggi. Rencana ke depan, FEB Untag Surabaya akan terus menjalin kerjasama dengan instansi dalam dan luar negeri. “Sebelumnya kami menjalin kerjasama dengan Universiti Malaysia Perlis, Universiti Teknologi MARA dan juga kampus di Thailand seperti Khon Kaen University,” tutupnya. (oy/um/rz)



PDF WORD PPT TXT