logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

An Empowering & Networking University

Detail Berita

C&CC Bekali Mahasiswa dengan Kemampuan Public Speaking

Tuntutan dunia profesional semakin kompleks dan beragam, salah satunya adalah kemampuan berbicara di depan publik. Menjawab tuntutan tersebut, Counselling and Career Center Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas 17 Agustus 1945 (C&CC BKA Untag) Surabaya menggelar Online Workshop Public Speaking pada Sabtu, (29/5). Tak kurang dari 350 mahasiswa hadir dalam workshop Dengan tema ‘Tips & Tricks on How to Speak Publicly and in the Media During a Pandemic’, workshop dibuka langsung oleh Rektor Untag Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

Dalam sambutannya, Nugroho menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan publik. “Public speaking dibutuhkan untuk menjalin komunikasi. Melalui C&CC, Untag Surabaya membekali mahasiswa dengan kompetensi. Bekal ini dibawa saat lulus dan menjadi pioneer di luar kampus dan membawa nama baik Untag Surabaya” katanya. Nugroho menyampaikan bahwa kemajuan Untag Surabaya juga ditentukan oleh kualitas komunikasi yang dibarengi kerjasama dan gotong royong para sivitas akademika. Meski dilaksanakan serba daring, tak menghalangi Untag Surabaya untuk meningkatakn kompetensi para mahasiswa.

Workshop menghadirkan Bawinda Lestari, SH., M.Psi., CPS sebagai narasumber. Di awal pemaparannya, dosen yang akrab disapa Winda ini menyebutkan bahwa ketakutan berbicara di depan publik merupakan hal yang biasa dan mudah untuk disiasati, “Kalo nge-blank ya membuat catatan kecil. Tetapi kalau gerogi maka dengan self-love. Miliki mental dan pola pikir positif.”

Menurut Winda, masa pandemi COVID-19 membawa perubahan pada praktek public speaking, Offline dan online itu berbeda. Kalau offline ndredeg (deg-degan) lebih gede, ketika online kan bahasa tubuh tidak terlalu terlihat jadi bisa membuka catatan. Di masa online ini perhatikan background, apalagi saat menjadi pembicara. Ketika presentasi, libatkan audiens. Ini merupakan bentuk apresiasi pada mereka.” Dia menyebutkan bahwa interaksi dan intonasi masih tetap sama. Dosen Fakultas Psikologi yang juga menjabat sebagai Direktur IM Communication ini meminta para peserta agar tidak lelah belajar, “Semua butuh proses, gak ada yang instan. Anda harus belajar dan praktek.”

Kepala Bagian C&CC BKA Untag Surabaya - Rahma Kusumandari, S.Psi, M.Psi, Psikolog yang turut hadir, mengaku bersyukur karena pihaknya dapat mendampingi mahasiswa mengembangkan kapasitas diri. Pasalnya, para peserta workshop tidak hanya diberi materi secara teoritis, namun juga praktis. “Selama perkuliahan kan teman-teman harus presentasi di depan publik. Kami mengiringi dengan workshop terkait public speaking,” kata Rahma. Dia pun berharap dapat membantu para mahasiswa mengembangkan kapasitas, “Semoga bisa bermanfaat ketika masih kuliah ataupun saat bekerja.” (um/rz)



PDF WORD PPT TXT