Selasa, 27 Juli 2010 diposting pada kategori BERITA | arsip berita
INKRE; Workshop Sarat Kreativitas
INKRE; Workshop Sarat Kreativitas
Dalam rangka mencetak mahasiswa berjiwa creative edupreneur, Universitas 17 Agustus 1945(Untag) Surabaya membuka kelas workshop indutri kreatif (INKRE). Dalam workshop itu peserta yang berasal dari mahasiswa dan umum diajarkan berbagai teori dan praktik langsung ke lapangan.
Delapan bidang yang dapat dipilih oleh peserta adalah kerajinan, disain grafis, musik, kuliner, manufaktur, teknisi komputer, game interaktif, dan periklanan. “Menurut disperindag bidang-bidang ini banyak diminati saat ini,” kata Rektor, Prof. Dr. drg. Hj. I.A. Brahmasari, Dipl, DHE, MPA.
Workshop ini, jelas Brahmasari, berbeda dengan perkuliahan biasa. Selama workshop, peserta didampingi oleh dosen dan praktisi bidang-bidang terkait. “Workshop berlangsung dua hingga tiga bulan tergantung pada bidang minat mereka didampingi praktisi yang telah berpengalaman,” terang Brahmasari lagi.
Tak hanya teori dan praktik, peserta akan diberi pengetahuan dalam menyusun dan mengelola bisnis. Peserta akan diarahkan untuk mengambil studi kasus dari perusahaan yang ada di Jawa Timur dan nasional. “Ini bertujuan agar mereka mendapatkan inspirasi dan mengembangkan jiwa wirausaha mandiri,” tukas Brahmasari. (humas)
Dalam rangka mencetak mahasiswa berjiwa creative edupreneur, Universitas 17 Agustus 1945(Untag) Surabaya membuka kelas workshop indutri kreatif (INKRE). Dalam workshop itu peserta yang berasal dari mahasiswa dan umum diajarkan berbagai teori dan praktik langsung ke lapangan.
Delapan bidang yang dapat dipilih oleh peserta adalah kerajinan, disain grafis, musik, kuliner, manufaktur, teknisi komputer, game interaktif, dan periklanan. “Menurut disperindag bidang-bidang ini banyak diminati saat ini,” kata Rektor, Prof. Dr. drg. Hj. I.A. Brahmasari, Dipl, DHE, MPA.
Workshop ini, jelas Brahmasari, berbeda dengan perkuliahan biasa. Selama workshop, peserta didampingi oleh dosen dan praktisi bidang-bidang terkait. “Workshop berlangsung dua hingga tiga bulan tergantung pada bidang minat mereka didampingi praktisi yang telah berpengalaman,” terang Brahmasari lagi.
Tak hanya teori dan praktik, peserta akan diberi pengetahuan dalam menyusun dan mengelola bisnis. Peserta akan diarahkan untuk mengambil studi kasus dari perusahaan yang ada di Jawa Timur dan nasional. “Ini bertujuan agar mereka mendapatkan inspirasi dan mengembangkan jiwa wirausaha mandiri,” tukas Brahmasari. (humas)











