Selasa, 27 Juli 2010 diposting pada kategori BERITA | arsip berita
Mahasiswa AS Ngulek Rujak
Mahasiswa AS Ngulek Rujak
Tak kurang dari 9 orang mahasiswa Oklahoma State Collage Amerika Serikat, Senin(7/6), berkunjung ke Universitas 17 Agustus 1945(Untag) Surabaya. Kunjungan ini dalam rangka pertukaran budaya AS dengan Indonesia. Mereka adalah Andrew, Abi, Aaron, Emily, Betty, Joshua, Shaopei, Natasha, dan Sarah.
Acara yang digelar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (HIMASI) Untag ini berlangsung akrab. Meski mahasiswa Oklahoma ini baru pertama kali berkunjung ke kampus merah putih namun seperti kawan lama yang bertemu kembali saat berbaur dengan mahasiswa Untag.
Dalam acara bertajuk Rek Ayo Rek Mlaku-Mlaku Nang Suroboyo ini para mahasiswa tamu itu diajak mengenal budaya dan tradisi Indonesia, khususnya budaya Surabaya. Misalnya mereka ditantang balap karung, nyunggi tempeh, hingga mencabut koin di pepaya, dan mengenakan kebaya hingga mengenal minuman tradisional sinom.
Dan yang paling seru saat mereka diajari mengulek rujak manis. Sarah tampak kesulitan saat berusaha menghaluskan kacang tanah untuk bumbu rujak manis. Bukannya diulek kacang tanah itu ditumbuk dengan ulekan. Ini mengundang tawa yang melihatnya.
Acara rutin yang diadakan di meeting room Graha Wiyata lantai dasar ini masih akan berlanjut dengan wisata keliling Surabaya.(humas)
Tak kurang dari 9 orang mahasiswa Oklahoma State Collage Amerika Serikat, Senin(7/6), berkunjung ke Universitas 17 Agustus 1945(Untag) Surabaya. Kunjungan ini dalam rangka pertukaran budaya AS dengan Indonesia. Mereka adalah Andrew, Abi, Aaron, Emily, Betty, Joshua, Shaopei, Natasha, dan Sarah.
Acara yang digelar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (HIMASI) Untag ini berlangsung akrab. Meski mahasiswa Oklahoma ini baru pertama kali berkunjung ke kampus merah putih namun seperti kawan lama yang bertemu kembali saat berbaur dengan mahasiswa Untag.
Dalam acara bertajuk Rek Ayo Rek Mlaku-Mlaku Nang Suroboyo ini para mahasiswa tamu itu diajak mengenal budaya dan tradisi Indonesia, khususnya budaya Surabaya. Misalnya mereka ditantang balap karung, nyunggi tempeh, hingga mencabut koin di pepaya, dan mengenakan kebaya hingga mengenal minuman tradisional sinom.
Dan yang paling seru saat mereka diajari mengulek rujak manis. Sarah tampak kesulitan saat berusaha menghaluskan kacang tanah untuk bumbu rujak manis. Bukannya diulek kacang tanah itu ditumbuk dengan ulekan. Ini mengundang tawa yang melihatnya.
Acara rutin yang diadakan di meeting room Graha Wiyata lantai dasar ini masih akan berlanjut dengan wisata keliling Surabaya.(humas)











