Rabu, 03 Februari 2010 diposting pada kategori BERITA | arsip berita
Nilai A untuk Panel Surya Dinamis Karya Sujono dan Danang
Nilai A untuk Panel Surya Dinamis Karya Sujono dan Danang
Tak bisa disangkal, isu global warming kemudian membuat banyak orang menyerukan kampanye ramah lingkungan. Inilah yang kemudian menginspirasi Sujono dan Danang Darianto. Dua mahasiswa Teknik Informatika ini menciptakan panel penghasil listrik dengan tenaga matahari.
Sebelumnya, panel surya ini memang sudah banyak diterapkan di negeri kita. Tak hanya digunakan di rumah-rumah, melainkan juga dipakai di jalan-jalan. Biasanya aliran listrik lampu penerang jalan juga menggunakan energi matahari melalui panel surya sejenis.
Dia menjelaskan bahwa panel surya yang sudah ada bersifat statis, sehingga energi matahari yang diserap oleh panel jadi kurang maksimal. “Karena hanya menghadap pada satu arah saja, ketika matahari mulai bergerak, energi yang diterima panel menjadi berkurang,” kata Sujono.
Karena itu, bersama Danang ia menciptakan panel surya yang dinamis. Panel surya ini dirancang dapat mengikuti arah sinar matahari. “Kalau pagi hari panel akan menghadap ke arah timur, dan saat sore panel akan bergerak mengikuti arah sinar matahari.”, terang Sujono.
Prototype rancangan mereka ini terdiri dari motor gear box 12 volt 5 rpm yang menggerakkan panel, aki kering 12 volt untuk menyalakan lampu, dan panel solar 29,5cm x 21,5cm. mereka mengeluarkan biaya sebesar Rp.1,5 juta untuk membuat alat ini.
Selama proses perancangan, mereka mengaku mengalami kesulitan saat harus menyesuaikan kecepatan motor yang menggerakkan panel dengan sensor sensitif sinar matahari. Berbeda dengan proses merangkainya yang hanya butuh waktu sebulan, proses percobaan memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 5 bulan. “Yang bikin susah ya mengatur kecepatan gear supaya geraknya tidak terlalu cepat saat mengikuti arah sinar matahari,” jelas Danang.
Benar saja, kesulitan-kesulitan itu membuahkan hasil. Nilai A untuk tugas akhir berhasil mereka kantongi. Mereka berharap alat ini nantinya menawarkan energi alternatif yang ramah lingkungan dan berguna bagi masyarakat.
Sujono dan Danang akan diwisuda pada 13 februari 2010 mendatang bersama beberapa mahasiswa berprestasi lainnya.(humas)
Tak bisa disangkal, isu global warming kemudian membuat banyak orang menyerukan kampanye ramah lingkungan. Inilah yang kemudian menginspirasi Sujono dan Danang Darianto. Dua mahasiswa Teknik Informatika ini menciptakan panel penghasil listrik dengan tenaga matahari.
Sebelumnya, panel surya ini memang sudah banyak diterapkan di negeri kita. Tak hanya digunakan di rumah-rumah, melainkan juga dipakai di jalan-jalan. Biasanya aliran listrik lampu penerang jalan juga menggunakan energi matahari melalui panel surya sejenis.
Dia menjelaskan bahwa panel surya yang sudah ada bersifat statis, sehingga energi matahari yang diserap oleh panel jadi kurang maksimal. “Karena hanya menghadap pada satu arah saja, ketika matahari mulai bergerak, energi yang diterima panel menjadi berkurang,” kata Sujono.
Karena itu, bersama Danang ia menciptakan panel surya yang dinamis. Panel surya ini dirancang dapat mengikuti arah sinar matahari. “Kalau pagi hari panel akan menghadap ke arah timur, dan saat sore panel akan bergerak mengikuti arah sinar matahari.”, terang Sujono.
Prototype rancangan mereka ini terdiri dari motor gear box 12 volt 5 rpm yang menggerakkan panel, aki kering 12 volt untuk menyalakan lampu, dan panel solar 29,5cm x 21,5cm. mereka mengeluarkan biaya sebesar Rp.1,5 juta untuk membuat alat ini.
Selama proses perancangan, mereka mengaku mengalami kesulitan saat harus menyesuaikan kecepatan motor yang menggerakkan panel dengan sensor sensitif sinar matahari. Berbeda dengan proses merangkainya yang hanya butuh waktu sebulan, proses percobaan memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 5 bulan. “Yang bikin susah ya mengatur kecepatan gear supaya geraknya tidak terlalu cepat saat mengikuti arah sinar matahari,” jelas Danang.
Benar saja, kesulitan-kesulitan itu membuahkan hasil. Nilai A untuk tugas akhir berhasil mereka kantongi. Mereka berharap alat ini nantinya menawarkan energi alternatif yang ramah lingkungan dan berguna bagi masyarakat.
Sujono dan Danang akan diwisuda pada 13 februari 2010 mendatang bersama beberapa mahasiswa berprestasi lainnya.(humas)











