HomeSejarahFasilitasOrganisasi KemahasiswaanKontak kami
Selasa, 19 Januari 2010 diposting pada kategori BERITA | arsip berita

Software Pembelajaran Sholat Karya Fenty Eka Yunita

Software Pembelajaran Sholat Karya Fenty Eka Yunita
Dari Cara Wudhu Hingga Berbagai Solat Sunnah

Apa yang tidak bisa dilakukan dengan teknologi di jaman serba canggih ini? Seperti yang dilakukan Fenty, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Untag Surabaya. Dengan niat ingin membantu anak-anak belajar melakukan sholat dengan benar, ia membuat Software Pembelajaran Sholat sebagai tugas akhirnya.

Membosankan adalah alasan yang paling banyak dikeluhkan banyak anak usia TK sampai SD ketika diminta belajar melakukan sholat dengan benar. Itulah salah satu alasan kuat yang mendorong Fenty membuat software ini. Memang kebanyakan tuntunan sholat disajikan dalam bentuk buku. Kalau pun ada bentuk tuntunan berupa multimedia, belum mampu menarik minat anak-anak. Tuntunan yang sudah banyak beredar hanya menampilkan orang atau anak yang memperagakan gerakan sholat saja. “Kalau dengan model (karakter 3 dimensi) seperti ini, anak-anak lebih suka,” kata Fenty.
Ia menjelaskan software karyanya sebagai bentuk aplikasi macromedia flash yang terdiri dari beberapa bagian menu, antara lain Mensucikan diri, Sholat Wajib, Sholat Sunnah, dan Evaluasi. Di dalam menu Mensucikan Diri, ada tuntunan tayamum dan wudhu.
Ketika diklik wudhu, akan tampil perintah “Putar Gerakan” dan secara otomatis akan muncul kartun tiga dimensi seorang anak laki-laki memperagakan gerakan wudhu mulai dari bacaan niat hingga doa setelah wudhu. Begitu pula yang terjadi bila kita klik menu tayamum.
Sedangkan menu Sholat Wajib, terdiri dari tuntunan sholat lima waktu dari Sholat Subuh hingga Sholat Isya. “Lengkap dengan doa Qunut untuk Sholat Subuhnya, dan bacaan niatnya sesuai dengan waktu sholatnya,” terang Fenty.
Kita juga bisa menemukan tuntunan sholat sunnah seperti Sholat tahajud, sholat Dhuha, tarawih, sholat Idul Fitri, dan sholat jenazah. “Klik saja di menu Sholat Sunnah, semua ada di situ,” kata dara kelahiran 3 Juni 1986 ini.
Di menu Evaluasi, Fenty menampilkan sepuluh pertanyaan acak mengenai bacaan dan pengetahuan sholat di menu-menu sebelumnya. “Ini saya buat supaya anak-anak berusaha menghafal bacaan sholat,” tutur Fenty lagi.
Menurutnya, pembelajaran semacam ini seharusnya dioptimalkan. “Kalau saya dulu belajar sholat dari buku tuntunan sholat yang dijual di toko-toko itu. Nah, kalau sekarang semua serba gampang, kenapa tidak buat cara asyik untuk belajar sholat?” cetus putri pasangan Drs. Ec. Afandi dan Janti Retno Eko Wulan ini. Dari hasil risetnya di TPA di dekat rumahnya di wilayah Wonocolo, Fenty mendapati keluhan yang sama dengan apa yang ia alami pada masa kecilnya. Buku menjadi satu-satunya pedoman pembelajaran.

Untuk menarik perhatian anak-anak, Fenty sengaja minta bantuan keponakan yang masih kecil untuk mengisi suara aplikasi ini. “Keponakan saya, Rico yang kelas 1 SD mengisi suara untuk tiap gerakaan sholat,” cerita Fenty terkekeh. Sedangkan untuk bacaan doanya, Fenty meminta keponakannya, Wahyu. “Supaya bacaan doanya benar, kalau Rico yang baca nanti salah tajwidnya,” lanjutnya.
Meski harus bersabar meminta Rico mengisi suara, Fenty mengaku itu masih dapat diatasi. Memang harus dilatih berulang-ulang dulu, baru suara Rico yang lucu itu direkam. Kalau Rico ngambek dan menolak dubbing, tinggal meminta ibu Rico untuk membujuknya kembali mengisi suara. “Kalau rewel, panggil saja ibunya. Biasanya Rico luluh oleh rayuan ibunya,” kata Fenty.
Bagian paling menguras tenaga dalam penyelesaian software ini adalah melakukan finishing touch pada tekstur karakter 3 dimensi dan menyesuaikan gerakan gambar dengan suara. Misalnya gambar percikan air di menu Wudhu. Suara gemericik air dan gambar percikannya sering tidak pas. “Kadang keluar gambarnya dulu, baru suara gemericiknya. Tidak bisa pas,” keluhnya. Namun dengan bantuan teman-teman kuliahnya, itu bisa diatasinya. Hasilnya, setelah diperagakan kepada sepuluh anak, mereka merasa senang belajar dengan software karya Fenty itu. “Mereka mau nyoba terus,” pungkas Fenty. (humas)
Pilihan Bahasa
English


bukutamu PMB OnLine Blog Dosen SPMB